CERITA ASYIK: Perjuangan Mengabadikan Cinta, Saat Duyung Berkeliaran dan Rumah Murah jadi Idaman


Halo semua, yuk santai lagi dengan kumpulan cerita asyik hari ini. Cerita apertama dimulai dari pengorbanan untuk memadukan cinta. Ya, meski dalam situasi banjir, dua sejoli, Mansyur dan Maya, tetap melaksanakan prosesi akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mampang Prapatan, Jalan Kemang Timur, Jakarta Selatan.

Prosesi sakral itu digelar dalam situasi banjir yang tengah melanda di kawasan KUA Mampang Prapatan. Keduanya tetap melakukan ijab kabul dan berjuang keras melewati banjir hingga sampai ke kantor KUA, Selasa 21 Februari 2017.

Uniknya, kedua mempelai tetap menggunakan pakaian seperti lazimnya digunakan saat akad nikah. Mempelai pria tampak menggunakan baju jas berwarna hitam dan mempelai wanita mengenakan baju kebaya dibalut dengan rok berwarna cokelat yang tampak serasi dan menawan. Hendra mengatakan, keduanya tetap melaksanakan akad nikah lantaran jadwal tersebut sudah sejak lama ditentukan. Hmm, begini nih yang namanya perjuangan. Apapun rintangannya pasti ditempuh.

Cerita kedua masih berkaitan dengan banjir. Tau nggak, ternyata saat banjir melanda Jakarta, banyak duyung berkeliaran dengan ceria. Di sebuah daerah di Jakarta, terdapat anak-anak yang mengenakan pakaian duyung justru berenang di tengah genangan banjir.

Memang demam duyung sedang menjangkiti masyarakat Indonesia pasca tayangnya drama Korea. Tak heran apabila anak-anak malah bersenang-senang dan memanfaatkan momen banjir untuk berpakaian ala makhluk setengah manusia dan setengah ikan tersebut.

Foto anak-anak duyung yang ditemukan di sudut kota Jakarta ini pertama kali diunggah oleh Lala Trivianti. Postingan ini lantas menjadi viral dan telah tiga ribu kali dibagikan. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia memang selalu punya cara kreatif untuk mengalihkan duka lara meski banjir tak kunjung surut.

Nah, cerita terakhir mudah-mudahan bias menggembirakan bagi yang belum punya rumah. Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengatakan, dengan bersinarnya sektor properti untuk perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), membuat pihaknya meningkatkan pembangunan rumah-rumah yang menyasar kelas menengah tersebut. Ia pun tengah mengajak seluruh anggota REI untuk giat membangun hunian bagi kalangan tersebut. Pasalnya, konsumen di kelas tersebut masih sangat potensial, sehingga perlu dimanfaatkan dengan baik peluang yang ada.

“Mulai dari pegawai negeri, TNI/Polri, kita lagi data semuanya, banyak sekali karyawan-karyawan yang belum punya rumah, sehingga kita dorong mereka membangun untuk konsumen-konsumen yang sebenarnya sudah ada di Indonesia,” jelasnya. 

Nah, itulah kumpulan berita asyik hari ini. Mudah-mudahan bisa menghibur pembaca semua.

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis

Comments are closed.

CERITA ASYIK: Perjuangan Mengabadikan Cinta, Saat Duyung Berkeliaran dan Rumah Murah jadi Idaman

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in