Waspada, Sistem Keamanan Cyber Negara Kita Terancam!


Dr. Bambang Eka Purnama, ST, MM

Keamanan negara dalam bidang cyber ternyata sangat rawan sekali. Ada 42 juta serangan setiap harinya yang mencoba membobol sistem keamanan cyber negara kita. Diantara 81% serangat tersebut dinilai sangat serius.  Demikian diungkapkan Ketua Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia Dr. Bambang Eka Purnama, ST, MM kepada Kontributor NULIS,  belum lama ini.

Bambang mengungkapkan bahwa pengguna internet terbesar ada di Indonesia namun yang paling mahal harganya juga di Indonesia. Hampir sebagian aktivitas masyarakat digunakan untuk browsing, sosial media dan chating. Sosial media tertinggi yang digunakan adalah facebook dan Twitter. Sementara Chating yang paling banyak digunakan adalah Whatsapp dan Line. “Profesi dibidang Teknologi Informasi di Indonesia saat ini sudah sangat banyak sekali maka kuncinya adalah disertifikasi untuk membedakan profesionalitas dan tingkatannya,” katanya.

Bambang menyitir Cyber Crime dapat dirumuskan sebagai perbuatan melawan hukum dengan memakai jaringan komputer sebagai sarananya untuk mendapatkan keuntungan sehingga merugikan orang lain.

Modus Operandi Cyber Crime sangat banyak, diantaranya adalah Unauthorized Access to Computer System & Service. Kejahatan ini dilakukan dgn memasuki atau menyusup kedalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer. Illegal Contents, Pemalsuan Data (Data Forgery), Cyber Espionage, Cyber Sabotage & Extortion merupakan modus operandi lainnya.

Dengan diberlakukannya Undang – udang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) maka Bambang berpesan untuk berhati – hati saat kita berkeluh kesah di internet terutama media sosial. Misalnya saja dipetik dari Pasal 27 UU ITE. Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan (Ayat 1), perjudian (Ayat 2), penghinaan dan atau pencemaran nama baik (Ayat 3) dan pemerasan dan atau pengancaman (Ayat 4) Pasal 45 Ayat 1 maka ancamannya adalah Pidana penjara maksimal 6 tahun dan atau denda maksimal Rp 1 Milyar.

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis


Waspada, Sistem Keamanan Cyber Negara Kita Terancam!

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in