Menengok Sejarah Cosplay, DKI Jakarta Gelar Parade Cosplay 2019 di Silang Monas


Image Cosplay

 

Sejak tahun 1960-an, penggemar cerita dan film fiksi ilmiah di Amerika Serikat sering mengadakan konvensi fiksi ilmiah. Peserta konvensi mengenakan kostum seperti yang dikenakan tokoh-tokoh film fiksi ilmiah seperti Star Trek.

 

Tradisi penyelenggaraan konvensi fiksi ilmiah akhirnya sampai ke Jepang pada dekade 1970an dalam bentuk acara peragaan kostum. Di Jepang, peragaan cosplay pertama kali dilangsungkan tahun 1978 di Ashinoko dalam bentuk pesta topeng.

 

Selanjutnya, kontes cosplay dijadikan acara tetap sejak Nihon SF Taikai ke 19, tahun 1980. Peserta mengenakan berbagai kostum tokoh dalam film maupun komik. Acara cosplay kemudian menjadi semakin sering diadakan dalam acara dojinshi pameran dan pertemuan penggemar fiksi ilmiah di Jepang.

 

Ada sebuah hal lucu yang sebenarnya berawal dari kesalahpahaman namun justru dianggap sebagai tonggak sejarah cosplay di Jepang. Saat Nihon SF Taikai berlangsung, Mari Kotani, seorang kritikus di bidang science fiction, berdandan sebagai karakter sebuah cerita karya Edgar Rice Burroughs yang judulnya A Fighting Man of Mars, tetapi karena kurangnya wawasan akan cerita luar negeri, orang-orang Jepang yang hadir pada saat itu menyebut Mari Kotani memakai kostum manga Triton Off the Sea karya Osamu Tezuka. Sejak saat itu, karakter tersebut dianggap sebagai cosplay paling pertama di Jepang.

 

Dari sana media massa Jepang mulai memuat artikel tentang cosplay, dan menyoroti aktifitas komunitas anak muda berkostum atau cosplay sesuai dengan tokoh film, anime, maupun manga.

 

Meskipun anime dan manga sudah lebih dulu populer di Indonesia sejak tahun 80 dan 90-an, cosplay masih menjadi hal asing di Indonesia. Cosplay mulai dilirik di awal tahun 2000 setelah Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan event yang bertajuk Gelar Jepang UI dengan event cosplay dan pada saat itu pun peminat cosplay masih sangat minim.

 

Lalu merebaknya fashion ala Jepang yang dikenal Harajuku Style turut mendorong para anak muda mulai berdandan ala cosplay hingga makin terkenal dan memiliki banyak komunitas di banyak kota besar. Sekarang sudah mudah sekali ditemui lomba cosplay di berbagai daerah termasuk di Jakarta.

 

Saat ini Komunitas Cosplay di Jakarta semakin banyak, salah satunya Cosplay Jakarta yang memiliki pengikut lebih dari 9000 sejak dibentuk pada 2008 lalu. Komunitas itu menjadi wadah berkumpulnya berbagai pecinta animasi, manga, video game, dan cosplayer sendiri.

 

Para cosplayer juga sering mengunggah event-event cosplay baik di Indonesia maupun di luar negeri melalui media sosial. Komunikasi lebih sering dilakukan melalui aplikasi whatsapp, Instagram maupun Facebook. Biasanya anggota sharing terkait ide, bahan, dan berbagi project. Para cosplayer hanya bertemu di saat event berlangsung, di sana mereka saling bertukar informasi maupun ide-ide kostum.

 

Untuk mewadahi kreatifitas dan hobi unik itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Alberto Ali mengatakan Dinas Pariwiasata dan Kebudayaan DKI Jakarta akan kembali menggelar Cosplay Parade 2019 dengan tema Indonesia Universe pada 17 November mendatang. Acara tersebut merupakan kedua kalinya diadakan semenjak hiatus pada 2014 lalu.

 

Untuk semakin memeriahkan parade itu, DKI Jakarta mendatangkan cosplay dari enam negara sahabat yaitu Jepang, Malaysia, Singapura, Thailand, Philipina, dan Vietnam.

 

“Kegiatan akan berlangsung di Lapangan Silang Monas. Dengan dimeriahkannya oleh cosplayer dari berbagai negara, acara ini diharapkan dapat menarik cosplayer dalam negeri dan luar negeri lainya,” tuturnya.

 

Acara yang ditargetkan akan dihadiri lebih dari 1.000 pengunjung ini, memiliki inti acara yang juga tidak kalah serunya yaitu, lomba cosplay dan parade cosplay.

 

“Acara ini merupakan langkah konkret yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk mempromosikan potensi pariwisata Jakarta melalui event berskala nasional, dengan adanya Jakarta Cosplay Parade 2019 dapat memberikan salah satu pilihan atraksi wisata di Jakarta,” pungkasnya.

 

Jakarta Cosplay Parade 2019 dinilai dapat menyediakan ruang berekspresi bagi para cosplayer untuk memamerkan kreativitas mereka. Cosplayer yang umumnya didominasi oleh kalangan anak muda ini bisa menampilkan hasil karya mereka pada saat lomba cosplay.

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis


Menengok Sejarah Cosplay, DKI Jakarta Gelar Parade Cosplay 2019 di Silang Monas

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in