Tak Hanya Malin Kundang, Anak Ini Juga Ahirnya Menjadi Batu


1518968044747

Dulu di Nusantara, sempat dikenal sebuah dongeng tentang seorang anak durhaka bernama, Malin Kundang, yang kemudian dikutuk sang Ibunda, lalu jadilah Ia batu.

Kisah yang lain dalam dimensi yang berbeda terjadi, nun diujung dunia dizaman lampau, ketika itu bumi bergejolak sejadi jadinya, sementara udara diliputi hawa panas menyengat, penduduk kota semuanya panik, berhamburan mencari perlindungan, tampak seorang bocah lari, sekencang yang Ia bisa, mencari perlindungan dari terjangan awan panas, 300 derajat Celcius tersebut, menuju ke pangkuan ibunya, tangisnya pecah namun gemuruh alam meredam pekik tangisnya.

Demikian gambaran suasana horor ketika Vesuvius meluapkan amarahnya, di dalam pikiran para arkeolog 2000 tahun kemudian, saat merekonstruksi jasad bocah 4 tahun, yang menjadi batu tersebut.

1518967431-picsay

Jasad bocah ini ditemukan oleh arkeolog, diantara puing reruntuhan kota Pompeii, yang dibinasakan semesta 2.000 tahun lalu, tubuhnya secara alami diawetkan alam menjadi batu.

Peristiwa maha dahsyat, ketika ‘Vesuvius’ memuntahkan isi perutnya ini, menurut para arkeolog terjadi tahun 79 Masehi, warga kota pun ketakutan setengah mati, akan amukan Gunung api tersebut, mereka pun bersembunyi dibalik tembok tembok rumah mereka.
Erupsi pun terjadi dengan dahsyatnya, segenap isi kota, terkubur awan panas dan abu vulkanik dari gunung api Vesuvius. Tragedi ini menyisakan jasad jasad abadi mereka, yang berubah menjadi batu, sebagai peringatan bagi generasi yang akan datang.

Menurut para ilmuwan, diduga sekitar 10.000 sampai 25.000 penduduk kota, tewas dalam tragedi tersebut, hal ini diketahui ketika menyibak lapisan abu, yang bercerita tentang kondisi terakhir, warga Pompeii saat Vesuvius merenggut nyawa mereka, sebagian ditemukan digudang, didermaga dan tak sedikit yang menghadapi maut dirumah rumah mewah mereka.

1518967396-picsay

Sementara jasad membatu si bocah didapati, didekapan pangkuan ibunya, disekitar jasad ibu dan anak ini juga terdapat jasad anggota keluarga yang lain.

Ilmuwan menamai lokasi penemuan jasad bocah ini, ‘House of the Golden Bracelet’, lantaran temuan gelang emas yang dipakai sang ibu si bocah, sekaligus merupakan pertanda bahwa, mereka merupakan keluarga bangsawan kaya raya, lokasi rumah mereka pun, diketahui sebagai rumah paling mewah di area Insula Occendentalis, sebuah kawasan elit perkotaan Pompeii dimasa itu.

Sebelum erupsi Vesuvius, rumah tersebut sangat megah, penuh dengan lukisan di dinding, ornanen patung perunggu dan batu, tak lupa keberadaan taman yang luas, dengan pemandangan hamparan birunya laut di halaman rumah.

Selain itu di lokasi temuan jasad bocah ini, juga ditemukan sejumlah harta benda, terdiri dari 200 koin emas dan perak. Namun, perhiasan paling bernilai ialah, gelang emas yang dipaki sang ibu sendiri, sebuah gelang emas berukiran 2 kepala ular, seberat 0,6 kilogram, dari temuan inilah rumah ini disebut ‘House of the Golden Bracelet’ oleh para peneliti.

Menurut staf, Naples National Archaeological Museum, Stefania Giudice, yang bertugas, merekonstruksi jasad mereka, ini akan jadi pengalaman yang sangat emosional, walaupun yang mereka hadaoi saat ini adalah seonggok batu. Namun 2.000 tahun lalu, patung batu ini, adalah seorang anak, ibu, dan sebuah keluarga. Perasaan para peneliti ini, menganggap mereka bukan sekedar objek arkeologi, akan tetapi seorang manusia.

1518967323-picsay

Merupakan momentum yang emosional saat kami menangani jasad-jasad ini, saat kami menambahkan plester pada jasad mereka yang membatu,” ujar Giudice

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis

Comments are closed.

Tak Hanya Malin Kundang, Anak Ini Juga Ahirnya Menjadi Batu

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in