Melangkah Maju Dengan Teknologi dan Pendidikan


Saat ini dunia tengah disibukan dengan hingar bingar inovasi di bidang teknologi. Banyak negara berlomba-lomba untuk menciptkan teknologi terkini agar dapat mempermudah aspek kehidupan manusia dan menemukan hal-hal baru. Teknologi telah masuk ke dalam berbagai sendi kehidupan melalui berbagai macam industri yang setiap saat kita konsumsi tanpa kita sadari.

Teknologi melalui internet dan gawai telah membuka berbagai macam kemungkinan dalam kehidupan kita, mulai dari cara kita bekerja, bersosialisasi, berbelanja hingga bagaimana kita bepergian. Hal ini berlaku untuk setiap industri, transportasi, keuangan hingga pendidikan.

Karena belajar, sejatinya bukan hanya datang ke sekolah. Pendidikan yang menjadi dasar utama pembentukan karakter seorang manusia adalah lebih dari itu. Pendidikan tidak boleh hanya dibatasi di kelas, tapi menjangkau jauh dan luas.

Namun penggunaan teknologi dalam pendidikan masih perlulu penyesuaian. Adaptasi perlu dipikirkan secara mendalam karena teknologi yang kini dikatakan mendisrupsi, sesungguhnya tidak hanya memiliki dampak positif tapi juga menimbulkan dampak negatif bila tidak bijak dan berhati-hati.

Diskusi panel yang diadakan Quipper hari ini. Senin, 12 Februari 2018, di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan judul “Melangkah Maju Dengan Teknologi dan Pendidikan”.

Tyovan Arie, pendiri Bahaso berkomentar, “Sangat penting untuk menghubungkan berbagai titik strategis dalam peta pendidikan untuk melangkah maju, bukan hanya penggunaan teknologi canggih, tetapi juga memahami peran setiap pemangku kepentingan, mengerti risiko, tantangan, dan dampaknya, bagi generasi saat ini maupun mendatang.”

Tentu peran teknologi perlu diselaraskan bersamaan dengan ekosistem pendidikan yang telah ada. Sistem pendidikan tradisional yang melibatkan guru, sekolah, perguruan tinggi dan orang tua tidak serta merta tersingkirkan hanya karena akses luas terhadap informasi yang menjanjikan metode belajar mandiri.

Itje Chodijah, selaku pakar dan ahli pendidikan yang sudah malang melintang selama lebih dari 35 tahun menanggapi, “Saya percaya peran guru, orang tua dan sekolah tidak akan tergantikan karena pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan ilmu pengetahuan tetapi juga pembentukan karakter. Maka dari itu peran teknologi dimaksudkan sebagai alat untuk membantu proses pembelajaran, membuka akses dan meningkatkan kualitas.”
Drs. Gatot Pramono, M.PET, – Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, “Pemerintah sangat mengapresiasi acara seperti ini sehingga kita semua dapat berdialog bersama untuk membahas masalah dan mencari solusi. Saya yakin dengan teknologi, para pendidik dan institusi pendidikan dapat mengatur materi dan proses lebih efisien, lebih fokus kepada pembentukan karakter anak, membinging minat dan penanaman cara berpikir konseptual dan kritis dengan kelas interaktif. Ini sesuai dengan cita-cita pemerintah untuk menjadikan siswa-siswi Indonesia pemimpin masa depan Asia dan memberikan bekal kemampuan untuk bersaing di tingkat global.”
”Kami di Quipper percaya penggunaan teknologi yang dibarengi dengan pendidikan berkualitas, hal tersebut dapat diraih. Secara bersama-sama kita dapat mendorong pendidikan kea arah yang lebih baik, memberikan materi pendidikan berkualitas, menghubungkan guru dan siswa di seluruh Indonesia, berbagi pengetahuan, secara cepat dan tepat kepada orang yang membutuhkannya,” tutup Takuya Homma, co-founder Quipper dan country manager Quipper Indonesia.

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis

Comments are closed.

Melangkah Maju Dengan Teknologi dan Pendidikan

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in