5 Negara Ini Melarang Warganya Rayakan Valentine! Nomor 5 Mengejutkan


Siapa yang suka merayakan hari Valentine? Hayo, jangan pura-pura deh, ngaku aja, hehehe… Nah, biasanya, kalau pas Valentine, kalian nih yang cewek ngasih apa ke pasangan kalian? Hadiah? cokelat? atau, hanya sekedar buket bunga aja?

Halah, semua itu udah mainstream. Bikin dong yang anti-mainstream hadiahnya. Misalnya, selain bawain buket bunga, cokelat, ataupun hadiah lainnya buat cowok kalian, bawain juga dong tespek kehamilan positif dan bilang, “Sayang, kayaknya aku hamil deh. Kamu mau tanggungjawab kan?” Nah, itu baru hadiah Valentine yang anti-mainstream, ahahahaha…

Anyway, gue cuman bercanda kok. Jangan dianggep serius gitu napa, hehehe… Okey, balik lagi ke perayaan Valentine. Walaupun di beberapa negara masih merayakan hari Valentine, di negara-negara berikut ini ternyata Valentine dilarang lho! Berikut ini adalah negara-negara di dunia yang melarang perayaan hari Valentine.

1. Iran

Pada tahun 2011 yang lalu, pemerintah Iran telah menerapkan aturan pelarangan produksi barang-barang yang berhubungan dengan hari valentine seperti kartu ucapan, nunga mawar, suvenir, dan boneka beruang. Hal tersebut dilakukan agar warganya tidak merayakan hari raya kasih sayang tersebut. Nah, sebagai gantinya, pemerintah Iran merayakan hari Mehregan, yang juga merupakan hari kasih sayang, yang dirayakan pada bulan Oktober.

2. Malaysia

malaysiaa_20180214_104051

Pihak berwenang Malaysia meningkatkan kampanye bagi umat Islam untuk menghentikan perayaan hari Valentine atau hari kasih sayang, yang jatuh pada tanggal 14 Februari. Wakil Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassing, mengatakan bahwa berdasarkan perspektif Islam, perayaan tentang cinta yang romantis itu tidak tepat untuk umat Muslim di negara tersebut. Kampanye anti hari Valentine ini didasarkan pada fatwa enam yang dikeluarkan tahun 2005 silam. Saat itu para ulama Malaysia memutuskan bahwa perayaan hari kasih sayang itu secara historis berkaitan dengan agama Kristen dan menyebutnya sebagai kegiatan yang dilarang dalam Islam.

Yah, kata lainnya sih mereka khawatir kalau nanti ada pesan-pesan yang bermakna romantis yang akan menggoda kaum muda untuk melakukan hubungan seks diluar pernikahan. Kepala departemen, Wan Mohamad Sheikh Abdul Aziz, mengatakan Islam tidak pernah menolak hal baik yang dibawa Dunia Barat, antara lain dengan menerima hari Ibu dan hari Ayah. Menurutnya, mereka juga menolak ajaran-ajaran yang bertentangan dengan Islam walaupun ajaran tersebut datang dari budaya Timur sendiri.

3. Arab Saudi

Mulai tahun 2002 yang lalu, polisi agama di Arab Saudi menetapkan peraturan untuk melarang penjualan pernak-pernik Valentine. Di negara Arab Saudi sendiri, hari valentine memang dilarang. Bahkan, pria dan perempuan harus duduk terpisah di restoran. Mengumbar kemesraan di depan umum pun dianggap suatu hal yang tabu.

4. Pakistan

pakistan_20180214_104254

Presiden Pakistan Mamnoon Hussain juga mengecam hari valentine. Ia mengatakan bahwa perayaan tersebut tidak ada hubungannya sama sekali dengan kebudayaan pakistan atau muslim. Memang bener sih, seinget gue, di dalam Al-Qur’an ataupun Hadits tidak tidak ada dalil ataupun riwayat yang menyebutkan kalau umat Islam itu boleh merayakan hari Valentine. Oleh karenanya, Pakistan melarang promosi perayaan valentine, serta liputan media, setelah pengadilan menetapkan hari valentine itu tak Islami.

5. Indonesia

_100010113_valentine01

Nah, di negara kita juga sebenarnya melarang lho merayakan hari Valentine bagi masyarakat yang beragama Islam. Meski belum mencakup seluruh wilayah, tapi beberapa daerah di Indonesia telah melarang warganya merayakan hari Valentine. Sudah ada lebih dari lima pemerintah daerah telah menerbitkan surat edaran tentang pelarangan tersebut. Larangan merayakan hari kasih sayang tahun 2018 ini diterbitkan antara lain oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kota Depok, Bondowoso, dan Blitar.

Di Jawa Barat, larangan itu berlaku untuk 27 kabupaten dan kota. Sementara larangan perayaan Hari Valentine di Aceh Besar, Mataram, dan Bima telah ditetapkan oleh kepala daerah. Bahkan di Nusa Tenggara Barat (NTB), Wali Kota dan Bupati Bima memerintahkan setiap lurah dan camat di wilayah mereka untuk menyiapkan khotbah keagamaan tentang larangan Valentine. Bahkan, Wali Kota Mataram, Ahyar Abduh, sangat mengancam pelajar dan pegawai negeri yang merayakan Valentine dengan sanksi sosial pada upacara bendera atau apel pagi.

Itulah beberapa negara yang melarang warganya untuk merayakan hari Valentine. Nah, buat kamu yang udah baca artikel gue diatas dan kamu beragama Islam, masih maukah kamu merayakan Valentine padahal jelas-jelas tidak dianjurkan di agama Islam? Kalo gue sih dari dulu emang enggak pernah ngerayain. Kalau masalah menghormati, jelas gue sangat menghormati bagi umat Kristiani yang merayakan hari Valentine.

Lain hal kalau ada orang beragama Islam yang merayakan Valentine, langsung gue pandang rendah, serendah-rendahnya, orang tersebut dan gue sangat menolak dengan keras bagi kalian yang beragama Islam tapi masih merayakan hari Valentine. Okey, that’s all from me. See you on the next article, bye-bye!

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis

What's Your Reaction?
Bingung Bingung
0
Bingung
Sedih Sedih
0
Sedih
Ngagetin Ngagetin
0
Ngagetin
Keren Keren
0
Keren
Top Top
0
Top
Love Love
0
Love

Comments are closed.

5 Negara Ini Melarang Warganya Rayakan Valentine! Nomor 5 Mengejutkan

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in