Beginilah Fakta Pelaku Penyerangan Gereja di Sleman, Mahasiswa Cerdas yang Ingin Menikahi Bidadari


1518495239-picsay

Berita duka yang melukai rasa toleransi antar umat beragama, baru saja datang dari Yogyakarta, sebuah gereja, diwilayah Trihanggo, Sleman yaitu sebuah gereja bernama, Gereja Santo Lidwina Bedog, telah diserang oleh seorang oknum mahasiswa yang kemudian diketahui bernama Suliyono.

Menurut Kapolres Sleman AKBP Muhammad Firman Lukmanul Hakim, pelaku adalah seorang mahasiswa asal Banyuwangi, Jawa Timur, peristiwa penyerangan sendiri terjadi Minggu (11/2/2018) sekitar pukul 07.30 WIB, saat jemaah gerja sedang khidmat menjalani Misa, akibat serangan ini para jemaat gereja ada yang terluka, termasuk Pastor Prier, yang ketika itu memimpin misa.

Peritiwa bermula ketika pelaku yang tiba tiba datang lalu mulai menyerang jemaat gereja yang sedang ibadah, kemudian pelaku merangsek kedepan gereja dimana Pastor Prier.sedang memimpin misa.

Namun aksinya tak berlangsung lama, sebab langsung dilumpuhkan tembakan aparat yang berjaga waktu itu, pelaku dilumpuhkan seketika setelah panas polisi menghantam kakinya.

1518495372-picsay

Lantas apa motif penyerangan?, dan siapa sebenarnya pelaku pernyerangan?, berikut beberapa fakta dibalik kejadian yang menodai rasa toleransi beragama di negeri ini.

1. Pelaku ialah seorang Mahasiswa

Hal ini dikonfirmasi pihak Kepolisian Resor Banyuwangi yang langsung memeriksa ke tempat peristiwa penyerangan terjadi. Diketahui, pemuda berusia 22 tahun ini, memang seorang mahasiswa, pada kartu identitasnya tertera alamatnya di Dusun Krajan, RT 2/RW 1, Desa Kandangan, Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, berjarak Sekitar tiga jam perjalanan dari Kota Banyuwangi.

2. Sosok yang Pendiam

Menurut ayahnya, Mistaji, Ia sama sekali tak menyangka anaknya nekat melalukan tindakan melanggar hukum tersebut, menurutnya keseharian anaknya punya prilaku yang baik dan sopan, banyak membantu saudaranya, dia juga ikut bantu menjahit saat tinggal bersama kakaknya, menurut ayahnya, Suliyono anak yang pendiam, menurut ayahnya selain itu, tak ada sesuatu yang menimbulkan kecurigaan dari sikap anaknya.

Pria yang berprofesi sebagai petani ini, hanya bisa pasrah kepada Tuhan uamg maha kuasa, atas nasib anaknya, ia berharap semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk terhadap anaknya.

3. Pernah Mondok di Magelang

Pelaku merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, dua saudaranya tinggal di Papua dan Sulawesi, sementara sibungsu sedang menuntut ilmu disebuah pesantren di Kecamatan Genteng Banyuwangi. Setelah lulus SMP, Suliono melanjutkan sekolah di Sulawesi, dan tinggal bersama kakaknya. Kemudian Suliono memutuskan kembali dan memilih untuk kuliah sekaligus menimba ilnu agama di Magelang.

4. Pelaku dikenal Cerdas

Hal ini diketahui dari penuturan sahabatnya, Budi Tri Widodo, yang merupakan teman masa SMA nya di Morowali, Sulawesi Tengah, Budi mengungkapkan Suliono terkenal disekolah sebagai anak yang cerdas.

Pelaku juga dikenal cukup akrab dengan rekan rekannya di sekolah, sebab kecerdasannya Suliono pernah mendapatkan beasiswa ketika menempuh pendidikan di Palu, Sulawesi Tengah.

5. Ingin Nikahi Bidadari

Sebelum peristiwa penyerangan terjadi ayah pelaku, Mistaji, mengungkap Suliono sempat menghubungi keluarga dan menanyakan kabar. Melalui telepon, Mistaji meminta anaknya pulang saja ke Banyuwangi, lalu menikah, namun pelaku menolak dengan alasan, ingin menyelesaikan pelajaran Al Quran di pondok pesantren.

1518495556-picsay

Saat ayahnya menanyakan tentang pernikahan, Suliono sempat bergurau dengan berkata, ingin menikah dengan bidadari saja.

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis

Comments are closed.

Beginilah Fakta Pelaku Penyerangan Gereja di Sleman, Mahasiswa Cerdas yang Ingin Menikahi Bidadari

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in