Film Kisah Sahabat Nabi “Bilal” Dianggap Kontroversial, Ternyata Ini Penyebabnya


Bilal dan sang ibu
Bilal dan sang ibu

Sempat digadang akan jadi film tersukses tahun 2018, faktanya film ini tidak sesuai harapan penonton khususnya umat muslim. Sejumlah pengamat bahkan mengatakan jika film ini ceritanya menyesatkan. Film Bilal sendiri debut di Uni Emirat Arab pada awal Desember 2015. Bioskop Amerika pun sudah menayangkan film ini mulai 15 Januari 2018 lalu.

Sebelum diputar di layar lebar, Bilal sudah menuai sejumlah pujian lewat Festival Film Cannes di tahun 2016. Bilal bahkan berhasil menggondol penghargaan “Film Inspiratif Terbaik” untuk kategori animasi. Bilal juga menjadi “Film Inovatif Terbaik” dalam penghargaan BroadCast ProFilm Timur Tengah. Film ini juga disambut baik saat diputar di Festival Film Animasi Internasional Annecy. Meski banjir pujian, banyak juga yang tetap mengecam film Bilal.

Saat premier di Qatar
Saat premier di Qatar

Dianggap kontroversi, Qatar bahkan sempat melarang pemutaran film “Bilal” karena dinilai telah membelokkan sejarah zaman Nabi Muhammad SAW. Publik Qatar pun sempat ramai menyuarakan hastag #CekalBilal dalam Bahasa Arab. Film ini dianggap menyesatkan karena sosok “Bilal” yang digambarkan dalam film jauh beda dari sejarah Islam yang sebenarnya.

Pengisi suara Bilal
Pengisi suara Bilal

Mengapa Film Bilal garapan Barajoun Entertainment ini dianggap menyesatkan? Seperti dikutip dari laman facebook “Dody Wahyudi”, inilah 5 fakta film Bilal yang tak sesuai fakta sejarah.

“Sebelum kagum dengan film Bilal, ada baiknya simak beberapa poin penting yang direview artikel muslimmatters.com dan juga sister lain yang sudah menonton film ini.”

Review of Bilal Movie:

1. Dalam sejarah, Bilal Bin Rabah adalah Sahabat Rasulullah SAW yang terkenal dengan suara adzannya yang merdu. Di dalam film ini, sama sekali Bilal tidak mengumandangkan Adzan.

2. Selama film berlangsung tidak disebutkan nama Allah SWT atau nama Rasulullah SAW. Padahal Bilal adalah salah satu sahabat beliau yang paling dekat. Bahkan Allah SWT sudah menjaminnya akan masuk surga saat Bilal masih hidup.

3. Ketika adegan penyiksaan bilal yang ditindih oleh batu, Bilal mengucapkan i want a freedom yang artinya aku ingin kebebasan. Seharusnya dalam sirah aslinya Bilal mengucapkan “Ahad, Ahad, Ahad ” Kalimat tauhid yang mengakui Allah itu Esa.

4. Malaikat digambarkan seperti sosok kuda putih.

5. Pada trailernya, terlihat adik Bilal yang wanita tidak mengenakan jilbab, berpakaian terbuka , penuh aksesoris dan make up. Padahal dalam sejarahnya wanita sahabat Rasulullah senantiasa menutup aurat dan tidak berlebihan dalam berpenampilan.

6. Quote di film ini ditekankan kata- kata Ibu Bilal:
“Being a great man is living whithout a chain. Yang artinya menjadi orang besar artinya hidup tanpa ikatan belenggu. Hidup Bebas.”

“Hati- hati, ini bisa jadi subliminal message. Pesan terselubung pada anak- anak. Karena bagian itu dibuat dramatis seperti mantra. Ciri khas pemahaman liberal dan sekuler, mereka selalu mendengungkan kebebasan.”

“Benar- benar harus hati – hati, hikmahnya kita harus ajarkan kisah para sahabat yang benar dari buku- buku Sirah aslinya. Agar anak bisa meneladani Rasulullah SAW dan para sahabatnya.”

“Segala sesuatu yang sudah masuk dalam dunia hiburan pasti sudah diobok- obok dengan tujuan duniawi. Film ini bukanlah bagian dari syiar Islam. Film ini hanya menggambarkan sosok seorang pemuda yang pemberani demi mendapatkan keadilan dan kebebasan.” tulis Dody diakhir ceritanya.

Wah, bagaimana dengan kalian? Apakah penasaran dengan film Bilal?

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis

Film Kisah Sahabat Nabi “Bilal” Dianggap Kontroversial, Ternyata Ini Penyebabnya

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in