Berharap Jadi Ladang Amal, Pengusaha Tionghoa Ini Membuka Rumah Makan Bagi Fakir Miskin dan Kaum Dhuafa


1518304027-picsay

Beragam cara sejatinya bisa kita perbuat dalam menciptakan suatu kebaikan bagi orang lain disekitar kita, tak hanya berupa pemberian materi atau sejenisnya, misalnya bisa dengan memberi makan orang orang tak mampu, dengan menyediakan makanan dengan harga murah.

Hal ini bisa kita temui di sebuah rumah makan di Jalan Yos Sudarso Kav 28 Jakarta, atau di samping portal gedung PT Citra Marga Nusa Pala, yang unik dari rumah makan ini, ialah harga makanannya yang murah meriah dibawah standar, tentunya dengan lauk pauk yang tidak alakadarnya, bahkan cenderung mewah. Cukup dengan Rp 3 ribu, pengunjung bisa makan dengan puas, sajian nasi dengan menu aneka lauk pauk yang lezat menggoda.

Selain harga makanan yang murah meriah, pengunjung juga bisa menikmati suasana makan yang nyaman dan tenang, hal ini disebabkan konsep dari warung ini sendiri yang mengambil tema suasana pedesaan yang asri dan alami.

1518303098-picsay

Rumah makan dengan mama Podjok Halal ini, menggunakan tenda biru sebagai atapnya, dengan keberadaan pohon kelapa disekitarnya, semakin menambah asri suasana, ditambah lagi adanya beragam jenis tanaman yang sengaja diletakkan ditempat duduk pengunjung.<

Setelah ditelusuri ternyata, rumah makan ini milik pengusaha muslim beretnis tionghoa, bernama Jusuf Hamka, motivasinya membuat warung dengan konsep murah meriah ini, tak lain sebagai ladang amal, demi membantu meringankan beban kaum tak punya.

Jusuf menganalogikannya, dengan ilustrasi, jika orang orang dari ekonomi lemah ini hanya berpenghasilan Rp 20 ribu per hari, biasanya mereka akan menghabiskan minimal Rp 10 ribu untuk makan saja, akan tetapi dengan makan diwarung ini, Jusuf berharap, orang orang ini, bisa membawa pulang Rp 17 ribu kerumah. Hal ini tentunya bisa menghemat pengeluaran mereka perhari.

Jusuf menggagas warung ini, Berdasarkan pengalamannya saat berbagi makanan dibulan suci Ramadhan, ia biasa membagikan paket berbuka puasa sejumlah seribu porsi beserta ratusan takjil, setiap hari dari Senin sampai Jumat.

Bermula dari kebiasaan saat Ramadhan inilah, Jusuf kemudian merasa malu kepada Tuhan, yang telah memberin rezeki dan kesehatan setiap hari, kok berbuat baiknya harus menunggu saat bulan suci datang.

Ketika ia diskusikan ide ini dengan rekan rekannya sesama pengusaha, ternyata mendapat sambutan cukup positif dari mereka yang kemudian turut memberikan bantuan. Maka kemudian berdirilah rumah makan “Podjok Halal’ ini.

1518303279-picsay

Menurut Jusuf, harga Rp 3 ribu bukanlah demi mencari keuntungan, hanya sebagai sarana pendidikan saja, pada kenyataannya mereka tetap melayani kaum dhuafa yang ingin makan meski tak punya uang sepeserpun, masalah keuntungan ia yakin tuhan sudah menyiapkan keuntungan yang besar di akhirat kelak.

Dibuka pertama kali pada 6 Februari lalu, memang belum banyak yang mengtahui keberadaan warung ini, sebab masih sangat baru.

“Kemarin kami siapkan 100 porsi, tenyata Cuma laku 10 porsi saja, maka sisanya 90 porsi kami bungkus dan dibagikan gratis kepada orang-orang pinggir jalan,” ungkap Jusuf.

Jusuf berharap warung nya bisa lebih banyak melayani golongan ekonomi lemah, kaum dhuafa dan fakir miskin diibukota, sebab direncanakan ia akan membuka lima cabang warung dengan konsep seperti ini diseantero Jakarta, sehingga bisa sedikit meringankan beban mereka.

1518276614-picsay

Jusuf juga turut mengundang, siapapun yang ingin makan diwarungnya, mulai dari supir online, ojek pangkalan, petugas kebersihan, pemulung, pengamen dam lain lain, dipersilahkan dengan senang hati akan dilayani dengan niat semata mata mencari ridho Allah Swt.

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis

Berharap Jadi Ladang Amal, Pengusaha Tionghoa Ini Membuka Rumah Makan Bagi Fakir Miskin dan Kaum Dhuafa

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in