Gerhana Bulan dan Fenomena Kesalehan Muslim Kota


sholat gerhana bulan

Animo masyarakat untuk melaksanakan ibadah sholat sunnah gerhana bulan di Ibu kota Jakarta sangat tinggi. Berbagai pesan singkat berseliweran dari hari kemarin sampai menjelang sholat gerhana bulan, isisnya mengingatkan akan pentingnya ibadah sunnah sholat gerhana bulan serta tata caranya. Tidak berhenti di situ, masjid – masjid pun mengeluarkan pengumumman dan maklumat baik yang ditempel maupun diumumkan ke publik lewat pengeras suara.

Fenomena maraknya ibadah sholat sunnah gerhana bulan tersebut menjadi menarik ketika setiap tahun bertambah kuantitas muslim yang ikut dan juga tempat sholatnya. Hal ini menunjukan bahwa muslim perkotaan seperti di Ibu Kota Indonesia ini sedang dan terus membangun semangat baru dalam beragama dan juga beribadah. Fenomena-fenomena ramainya sholat gerhana bulan yang terjadi, adalah sebuah identitas kesalehan yang seperti lahir kembali di tengah hiruk – pikuknya duniawi di kota Jakarta.

Lebih menarik lagi bahwa yang ikut melakukan sholat gerhana ini tidak sedikit para kaum muda jam now. Mereka seperti gambaran dari generasi baru muslim yang sedang mulai bergeliat untuk taat menjalankan ajaran agamanya. Generasi muslim perkotaan seperti inilah pada 20-30 tahun ke depan akan mendominasi populasi muslim Indonesia.

Kelahiran generasi baru Muslim Indonesia akhir – akhir ini adalah gejala perkotaan. Mereka lahir dari kelas menengah Islam di kota-kota besar. Sosialisasi keagamaan mereka tidak lagi melalui institusi Islam tradisional, seperti madrasah atau pesantren, tetapi sekolah- sekolah umum, kantor – kantor, peer group, atau sumber-sumber berupa buku, internet, kaset, dan video.

Kekuatan dakwah perkotaan mampu me­m­­­­bang­­kitkan ke­sa­daran dan nuansa pem­be­basan masya­rakat Muslim. Kecen­derungan religiusitas di perkotaan kian me­nunjukkan pening­katan. Kur­sus-kursus keagamaan, ceramah dan tausiyah keagamaan yang diselenggarakan oleh institusi kantor dan lembaga – lembaga yang lain mampu menarik minat yang cukup tinggi di kalangan kaum kota yang terdidik secara modern. Mubaligh – mubaligh pun makin dirin­dukan umat.

Mungkin sebagian mereka sudah menganggap belum cukup dengan amalan-amalan wajib saja. Sehingga amalan sunnah yang biasanya kadang – kadang saja dilakukan, jika ada waktu dan kalau sedang mood, saat sekarang ini meningkat intensitas pengerjaannya dan juga pelakuknya. Jika kita mau menggali lebih dalam, sesungguhnya amalan sunnah memang memiliki keistimewaan yang luar biasa yang bisa dalam rangka mendukung sempurnanya amalan wajib yang dilakukan.

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis

Gerhana Bulan dan Fenomena Kesalehan Muslim Kota

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in