Media Asing Tuding Jokowi Gagal Jadi Presiden, Netizen Geram


1517323396-picsay

Akhir akhir ini sosok Presiden Joko Widodo, sempat viral menjadi sorotan publik, sejak diliput salah satu media di Jepang, sebanyak dua halaman penuh koran tersebut, membeberkan sederet prestasi Jokowi, bahkan memuji jokowi agar menjadi panutan politisi di Jepang. Namun, sebaliknya laman ASIA TIMES justru mengungkap fakta mengejutkan tentang kiprah Jokowi selama menjadi Presiden RI.

Sebuah artikel dengan tajuk “Widodo’s smoke and mirrors hide hard truths”, tulisan seorang John McBeth, disana terungkap, serangkaian fakta gagalnya kepemimpinan Jokowi, diantaranya persoalan impor dan sederet mega proyek di Indonesia.

1517322128-picsay

Laman ini mengungkapkan sebenarnya sekarang Jokowi sedang menjalankan sebhah trik yang dikenal dengan istilah asap dan cermin. Maksudnya ialah, Jokowi berupaya membuat masyarakat yakin dan percaya, semua isu yang berlangsung di Indonesia, baik baik saja, meskipun tidak pada kenyataannya, Dan terbukti berhasil, rakyat meng elu-elukan sang presiden, menurut laman ini Jokowi sukses memainkan trik ini dengan sempurna.

Hal serupa juga sesungguhnya, terjadi di periode Susilo Bambang Yudhoyono. Ketika itu, SBY juga sukses menjalankan permainan, terutama di bidang impor, sumber daya alam, hingga daging sapi.

1517322558-picsay

Puncaknya pada 2011 saat Australia menghentikan memasok ternak ke Indonesia. SBY mengtasinya dengan menjamin keseimbangan suplai dan harga. Faktanya, Indonesia menempati posisi terendah di Asia, dalam hal konsumsi daging per kapita.

Permainan asap dan cermin ini sesungguhnya bertujuan demi suksesnya memenangkan Pilpres 2019. Itulah sebabnya tim Jokowi dan koalisi pendukungnya, terus berupaya menjual prestasi Jokowi. Isu pertama berkenaan dengan negosiasi tak kunjung usai dengan pihak Freeport McMoran Copper & Gold Amerika Serikat. Freeport sempat diberitakan sepakat menyerahkan 51 persen saham dimiliki pemerintah Indonesia, akan tetapi, faktanya terdapat sejumlah persoalan manajemen, yang sampai sekarang tak kunjung tuntas.

1517321913-picsay

Malah, disebabkan negosiasi yang tak kunjung selesai, kemudian pemerintah justru menandatangani M.o.u yangenyatakan 10 persen saham Freeport akan diserahkan kepada Pemprov Papua.

Berikutnya ialah tetkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, dengan nilai 5,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 77 triliun yang disponsori oleh China. Bahkan pada Januari 2016, Jokowi sempat melakukan peletakan batu pertamanya, akan tetapi, selang beberapa waktu kemudian, Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menghentikan proyek tersebut disebabkan sederet persoalan yang belum tuntas. Bahkan sampai sekarang, proyek ini, terkendala pembebasan lahan.

Persoalan serupa sempat juga terjadi pada 2015. Pemerintah RI bersama dukungan dari Jepang, merencanakan pembangunan pembangkit listrik di Batang, Jawa Tengah, akan tetapi lagi lagi proyek ini tak berjalan sesuai rencana disebabkan warga menolak menjual lahannya.

1517322242-picsay

Yang terakhir ialah tentang program swasembada ekonomi, direncanakan Indonesia akan mandiri dalam produksi sejumlah pangan, seperti, beras, daging sapi, gula, jagung, dan kedelai sendiri, akan tetapi, hal ini membuat Jokowi dituding mencontek apa yang dilakukan SBY tentang impor daging sapi.

Dilaporkan konsumsi daging sapi turun dari semula 31 persen menjadi 24 persen pada 2015 silam, akan tetapi angka ini kian menanjak, pada 2016, menjadi 32 persen dan mencapai 41 persen pada 2017. Itu mengindikasikan, tujuan swasembada Jokowi yang direncanakan selama periodenya terbukti gagal. Ditambah, pemerintah malah mengimpor beras, dan daging sapi.

Dari sederet fakta ini, laman atimes.com menarik kesimpulan, secara perlahan permainan Jokowi ini akan disadari publik, seiring bergulirnya beragam fakta yang tak sejalan, antara ekspektasi rakyat dan implementasi yang dirasakan masyarakat Indonesia.

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis

Media Asing Tuding Jokowi Gagal Jadi Presiden, Netizen Geram

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in