George Soros: Strategi Investasi ala Pembawa Krisis Moneter ASEAN


Sumber: The New York Times
Sumber: The New York Times

Siapa salah satu investor terkaya di dunia yang anda tahu selain Warren Buffett? Nama George Soros mungkin luput dari pemikiran anda.

Pria kelahiran Hongaria, 12 Agustus 1930 ini memiliki kekayaan senilai 8 milyar USD (Forbes: 2018) dari kerajaan bisnis dan portofolio investasi yang dibangunnya sendiri dari nol.

Dilansir dari Investopedia, George Soros diberi julukan “The World’s Greateat Money Manager” oleh majalah Institutional Investor pada tahun 1981. Perusahaan investasi George Soros, Quantum Fund, selama beberapa dekade pendiriannya telah mencetak keuntungan yang signifikan bagi para investornya. Investasi $1.000 yang ditanamkan pada tahun 1969 akan bernilai $4 juta saat ini.

Prestasi imbal hasil yang tinggi ini banyak dipengaruhi oleh sang pendiri, dengan pemikiran dan prinsip-prinsip investasinya yang tercermin melalui strategi investasi yang diterapkan perusahaan.

Jika Warren Buffett menggunakan pendekatan jangka panjang yang konservatif, George Soros menggunakan pendekatan yang berbeda dan mungkin berlawanan dalam investasinya. George Soros merupakan seorang spekulan jangka pendek, berinvestasi pada instrumen investasi dengan tingkat fluktuasi tinggi. Ketika Warren Buffett menanamkan sebagian besar uangnya pada saham saja, saham hanya menjadi salah satu instrumen investasi bagi George Soros. Soros banyak berinvestasi di instrumen-instrumen investasi lain seperti obligasi, komoditas, valuta asing serta instrumen derivatif seperti opsi.

Selayaknya akademisi, George Soros mementingkan validitas dari hipotesisnya dalam menangkap suatu peluang investasi. Strategi investasinya menuntut Soros untuk terus mengamati dan memikirkan beragam peristiwa dan isu yang terjadi di seluruh dunia terkait kebijakan ekonomi, kebijakan global, perilaku para pelaku bisnis dan hal-hal lain yang akan menjadi satu bagian dari puzzle yang akan bergabung dan membentuk suatu peristiwa besar.<

Ketika Soros membentuk dan menemukan pemikiran yang akan menjadi hipotesisnya terhadap pasar, Soros akan menguji terlebih dahulu hipotesis tersebut dengan masuk, entah itu membeli atau menjual, dalam jumlah yang sedikit. Ketika pasar memberikan respons positif, itu artinya pasar mengkonfirmasi bahwa hipotesisnya valid, maka Soros masuk lebih dalam lagi -membeli atau menjual lebih banyak. Inti dari pendekatan George Soros adalah bertaruh apakah pasar akan bergerak naik atau turun, dan apakah pergerakan tersebut mendukung atau melawan hipotesisnya.

Hasil dari pendekatan strategi investasi Soros membuatnya dikenal sebagai The Man Who Broke The Bank of England”, saat Soros bertaruh akan adanya penurunan nilai mata uang pounds Inggris. September 1992, Soros meminjam uang senilai miliaran dolar dalam bentuk pounds Inggris dan menukarkannya pada mark Jerman. Ketika pounds Inggris jatuh, Soros mengembalikan pinjamannya dan mencetak keuntungan hampir $2 miliar dari selisih nilai pounds dan mark, dalam waktu satu hari.

George Soros melakukan pendekatan yang sama di tahun 1997 pada baht Thailand, yang menyebabkan krisis moneter di Asean, termasuk Indonesia. Jepang dan Korea Selatan juga terkena dampaknya.

Begitu Soros melihat peluang, Ia akan masuk dan menjemput peluang tersebut dengan upaya maksimal. Batasan upaya tersebut adalah seberapa banyak uang tunai yang tersedia -atau seperti biasanya Soros selalu menggunakan ‘daya ungkit’, seberapa banyak uang yang bisa dipinjam. George Soros sependapat dengan Warren Buffett, yang menentang pemahaman banyak orang, bahwa investasi terfokus akan lebih mendatangkan hasil yang maksimal ketimbang investasi yang terdiversifikasi.

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis

What's Your Reaction?
Bingung Bingung
0
Bingung
Sedih Sedih
0
Sedih
Ngagetin Ngagetin
1
Ngagetin
Keren Keren
0
Keren
Top Top
0
Top
Love Love
0
Love

George Soros: Strategi Investasi ala Pembawa Krisis Moneter ASEAN

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in