Kisah Masa Kecil Pak Harto yang Jarang Diketahui, Pintar Main Bola Sampai Ibunya Hilang 40 Hari


Bicara Soeharto atau biasa dipanggil Pak Harto, memang tidak ada habisnya. Banyak cerita tentangnya. Soeharto sendiri lahir di Desa Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta pada 8 Juni 1921. Ayahnya, Kertosudiro adalah seorang petani dan pembantu lurah yang mengurusi pengairan sawah atau ulu-ulu. Sementara ibunya, bernama Sukirah.

Sumber: Tribunnews.com
Sumber: Tribunnews.com

Masa kecil Pak Harto, adalah masa yang prihatin. Seperti ditulis Taufik Adi Susilo dalam bukunya, ” Soeharto: Biografi Singkat 1921-2008,” pada usia 40 hari, Pak Harto dititip ibunya kepada Mbah Kromo. Ibunya sendiri, setelah menitipkan Pak Harto, langsung menghilang selama 40 hari. Tak ada yang tahu, kemana Sukirah pergi. Saat pulang, Bu Sukirah mengaku, bertapa demi masa depan anaknya.

Ketika masih bocah, oleh Mbah Kromo, Pak Harto sering diajak ke sawah sambil digendong. Bahkan kerap diajak ikut membajak. Pak Harto juga suka mencari ikan dan belut. Hobi mandi di lumpur dan sungai. Saat masih bocah, Pak Harto juga gemar main bola. Bahkan Pak Harto dikenal sebagai pemain yang berbakat. Posisi favoritnya di lapangan hijau, sebagai bek atau pemain belakang.

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis

Kisah Masa Kecil Pak Harto yang Jarang Diketahui, Pintar Main Bola Sampai Ibunya Hilang 40 Hari

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in