Langka, Guru Muslim Ngajar di Sekolah Katolik, Ini Kisahnya


Seorang guru berhijab tampak mengarahkan beberapa siswanya turun dari bus menuju aula Griya Ekologi Kelir Banyuwangi. Mereka merupakan siswa SMA Katolik yang berwisata ke Banyuwangi. Di sekolah milik Yayasan Karmel ini Martina mengajar sebagai guru bahasa Indonesia. Ia emngajar sejak tahun 2015. meski dia seorang muslim namun ia mengaku tak ada masalah selama ia mengajar.

agama

Dilansir dari Lintas Publik, wanita berusia 25 tahun tersebut memang sudah tidak asing lagi dengan SMA Katolik tersebut. Sebab ia menyelesaikan pendidikan mulai dari TK sampai SMA di sekolah Katolik di Banyuwangi. Ia lahir dari keluarga yang berlatar belakang Islam. Selama puluhan tahun ayahnya bekerja sebagai sopir keuskupan Malang.

Karena kedekatan itu maka ayahnya menyekolahkannya di sekolah Katolik. Ia lulus SMA tahun 2011 dan langsung melanjutkan kuliah di Universitas Jember mengambil Jurusan Bahasa Sastra Indonesia. Semua biayanya ditanggung oleh Romo Tiburtius Catur Wibawa, kepala sekolah SMA Katolik Hikmah Mandala. Saat semester 3, ia mulai mengenakan hijab dan pada tahun 2015 ia menyelesaikan skripsi.

Meski mengajar di sekolah Katolik, ia mengaku tak pernah mendapat diskriminasi, bahkan ia dibebaskan untuk beribadah. Diskriminasi justru dirasakan Martina ketika masih kuliah karena beberapa temannya menjaga jarak ketika tahu dia adalah lulusan SMA Katolik dan tidak mengenakan hijab. Bahkan ada yang mengira bahwa Martina bukan merupakan seorang Muslim.

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis

Comments are closed.

Langka, Guru Muslim Ngajar di Sekolah Katolik, Ini Kisahnya

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in