Dibalik Kecantikan Para Pejuang Wanita Kurdi Ini, Ternyata Tersimpan Masa Lalu Kelam


1517459641-picsay

Ribuan pejuang wanita dari etnis Kurdi diutara Irak ini, baru saja merayakan kemenangan melawan militam ISIS, wajah wajah mereka terlihat keletihan, namun tak menghilangkan pesona kecantikan padang pasirnya, mereka berkumpul di alun alun kota Ragga, Suriah.

foto: twitter.com @jduhok

Unit pasukan wanita kurdi ini menjadi motor penggerak kekuatan utama pasukan Kurdi, diberbagai front pertempuran, mereka punya idealisme tinggi mengenai perjuangan mereka, yaitu membela negeri dan rakyat juga memperjuangkan hak hak kewanitaan mereka.

Sebagai wanita didalam kecamuk perang, hak hak dan kehormatan mereka seringkali dilecehkan, kaum wanita Kurdi kerap menjadi korban peperangan, untuk itu mereka memperjuangkan wilayah otonom, yang berhak menentukan nasib sendiri.

foto: merdeka.com

“Kami akan terus melakukan perlawanan,” ujar salah seorang dari pejuang wanita Kurdi, Avril Difram, seperti dilansir laman CNN.com

Avril sendiri sudah bergabung dengan Phesmerga (nama pasukan utama suku Kurdi) sejak masih remaja, dan sudah berpengalaman di garis depan medan pertempuran. Tak sedikit diantara rekan rekan nya yang telah gugur dimedan tempur selama masa perang ini, mereka bahkan mengambil motivasi dari gugurnya rekan rekan mereka.

Saat ISIS masih kuat bercokol di wilayah mereka, banyak perempuan suku Kurdi ditangkap dan dilecehkan demi memuaskan nafsu anggota ISIS, tapi kini setelah Kekuatan ISIS melemah akibat digempur berbagai pihak, justru kelompok ISIS dibuat repot serangan para pejuang wanita ini.

foto: nation.com

Jumlah kombatan wanita ini, diperkirakan tak kurang dari 10.000 personel, yang telah menjalani pelatihan, dan kenyang akan pengalaman tempur di garis depan melawan ISIS. Mereka turut memperjuangkan berdirinya negara Kurdi merdeka.

Namun perjuangan mereka tidaklah mudah, beberapa dekade perjuangan mereka menemui titik buntu, mereka harus berhadapan dua kekuatan besar militer Turki dan Irak, sebab negara Kurdi Merdeka cita cita mereka, berada di wilayah kedua negara tersebut.

Ketika munculnya ISIS sebenarnya menjadi keuntungan sendiri bagi suku Kurdi, sebab mereka kerap bergabung dengan Irak dalam melakukan serangan menggempur ISIS.

Meski demikian kekuatan ISIS masih eksis, sebab pemimpin mereka Al Baghdadi masih hidup, tetapi jika Suriah sudah bebas dari pengaruh ISIS, diperkirakan pasukan Kurdi akan tetap bertempur melawan pasukan pemerintah Suriah yang setia kepada rezim Bashar al Assad dengan dukungan Rusia serta Iran.

Hal itu karena Kurdi punya hubungan baik dengan pihak amerika, wilayah kurdi disebut sebut sebagai basisnya agen CIA, warga Kurdi juga sangat menyukai kehadiran militer AS, dan sebenarnya CIA pun menyukai suku Kurdi, demi menjaga tujuan geopolitik Amerika di Timur Tengah, sekaligus meredam pengaruh Rusia dan Iran.

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis

Dibalik Kecantikan Para Pejuang Wanita Kurdi Ini, Ternyata Tersimpan Masa Lalu Kelam

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in