Kisah Mengharukan, Ibu Ini Rela Menjadi Sopir Truk Demi Menghidupi Anak Anaknya


Seorang ibu yang berasal dari Jember, Jawa Timur, memiliki kisah mengharukan dalam perjuangannya mencari nafkah demi menghidupi anak anak, betapa tidak wanita bernama asli Nur Fatmawati ini, harus menjalani profesi yang umumnya didominasi kaum pria.

foto: facebook.com @Yuni Rusmini
foto: facebook.com @Yuni Rusmini

Kisahnya berawal ketika ia bercerai dengan suaminya sekitar dua tahun silam, yang kemudian menjadikannya single parent dengan dua anaknya, diawal perceraiannya ibu berusia 32 tahun ini sempat kebingungan, bagaimana cara mendapatkan penghasilan demi membiayai anak anaknya.

Untungnya ia punya kenalan di Blitar yang kemudian menawarinya pekerjaan, yang tak lazim bagi seorang perempuan, yaitu sopir truk pengangkut cabai. Nur pun bersedia mencoba hal yang sama sekali tak pernah muncul dipikirannya selama ini yaitu menjadi sopir truk.

boombastis.com
boombastis.com

Tak ayal tindakan Nur pun mengundang gunjingan para tetangga yang mencemooh pekerjaannya, akan tetapi Nur tidak begitu mempedulikannya, ia terus giat bekerja demi membiayai anak-anaknya.

Profesinya mengharuskannya bertanggung jawab pengiriman cabai berlangsung lancar tanpa kendala, ia juga harus dapat memastikan cabai bawaannya tidak busuk sampai tujuan.

Sampai saat ini ia telah mengangkut cabai ddengan rute Jember-Mataram, Jember-Jakarta, Jember-Jambi, Jember-Palembang dan Banyuwangi-Situbondo. Tentu saja itu bukan pekerjaan mudah, bahkan untuk seorang lelaki perkasa sekalipun, jarak yang ditempuh bukan main jauhnya, lintas propinsi bahkan pulau, benar benar sosok perempuan indonesia yang tangguh dan pantang menyerah, mengingat sebelum ini Nur hanya beraktivitas mengurus keluarga.

Tantangan demi tantangan pun dihadapinya, bahkan pernah suatu pengiriman Nur tidak dibayar sebab cabai bawaanya busuk sebab terhambat diperjalanan, sering juga ia harus mendapat cercaan dan cemooh mengenai pekerjaannya yang dianggap tak pantas bagi seorang perempuan.

Pengalaman Paling menyedihkan adalah ketika mengalami masalah dengan truk nya diperjalanan, seperti ban bocor tengah malam dan jauh dari pemukiman, belum lagi ia harus mengirit uang makan diperjalanan untuk mengantri solar.

Namun Nur mengaku sangat berterima kasih kepada teman teman sesama supir yang punya solidaritas tinggi, dan saling bantu saat ada masalah diperjalanan, menurutnya Kuncinya rendah hati dan tidak sombong.

foto: boombastis.com
foto: boombastis.com

Sosok Nur yang sabar dan tangguh mengajarkan kita, arti dari kesungguhan dan kerja keras dalam artian sebenarnya, menurutnya tidak ada yang tidak bisa dilakukan seseorang apabila punya tekad baja dan kegigihan yang tinggi.

Pribadi Nur selayaknya diapresiasi setinggi tingginya, statusnya sebagai single parent tidak melemahkan semangatnya, akan tetapi semakin menguatkannya sehingga tabah menjalani kehidupan.

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis

What's Your Reaction?
Bingung Bingung
1
Bingung
Sedih Sedih
1
Sedih
Ngagetin Ngagetin
0
Ngagetin
Keren Keren
0
Keren
Top Top
0
Top
Love Love
0
Love

Comments are closed.

Kisah Mengharukan, Ibu Ini Rela Menjadi Sopir Truk Demi Menghidupi Anak Anaknya

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in