Aplikasi News Aggregator Bikin Twitter Jadi Usang


Saat dunia internet dan digital kian berkembang, kebutuhan setiap orang akan informasi juga meningkat. Citizen journalism pun berkembang dan semua orang bisa membuat berita, berbagi cerita dan mempublikasikannya di medsos.

Berkembangnya dunia digital menjadikan Facebook dan Twitter mendominasi sarana berbagi informasi berita secara cepat. Namun, seiring berjalannya waktu hingga tahun 2016 ini, para pengguna sebagian besar beralih ke Instagram yang hampir serupa dengan Twitter.

Terpuruknya Twitter karena aplikasi sosial ini dianggap stagnan, lambat dalam mengembangkan fitur-fiturnya. Terlebih, batalnya sejumlah investor antara lain Apple dan Google urungkan niat untuk membeli Twitter. Perlahan pun media sosial seperti Twitter semakin banyak ditinggalkan. Tidak heran konten yang terisi adalah konten yang serius. Terlebih akun-akun yang ada dalam Twitter umumnya adalah akun instansi atau lembaga layanan pemerintahan seperti PLN, PDAM, Telkom, BMKG dan sebagainya.

Maka dari itu hadirnya news aggregator sebagai penyedia konten berita dan informasi mengikuti perkembangan zaman bagi penikmat berita. Pengguna juga bisa mengaksesnya melalui platform Android dan iOS, apalagi para pengguna saat ini lebih memilih menyajikannya dengan visualisasi meme dan video klip yang kini paling banyak dicari. Selain itu, news aggregator seperti Baca, Kurio, UC News dan Shortir bagi para pencari informasi cukup dengan mengakses notifikasi tersebut, sehingga akan langsung membawa ke link media massa pembuat berita.

Tak hanya berita dan berbagai sumber informasi, news aggregator misalnya seperti Baca yang dapat diakses melalui baca.co.id atau dapat diunduh melalui smartphone. Menyajikan beragam macam hal yang disukai anak muda contohnya dimulai dari video klip, musik, film, game, dan masih banyak lagi yang mengedepankan visual dan hiburan.

Seperti riset yang dilakukan oleh Baca selama setengah tahun saja dimulai dari Februari-Juni 2016 pengguna baca telah memiliki empat juta pengguna, dibandingkan dengan Twitter hanya mempunyai dua juta pengguna saja.

Lalu apa yang bisa didapatkan oleh pengguna dari Baca sebagai news aggregator yang ada di Indonesia? Baca dapat menyajikan berita yang kredibel dan terpercaya, karena berasal dari media massa terkemuka di Indonesia, selain itu Baca juga dapat menangkal informasi berita bohong.

Menyajikan konten yang tepat, Baca menganalisis kebiasaan pembaca dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembaca. Menurut riset Baca, para pengguna mampu menghabiskan waktu membaca hingga 40 menit.

Hal ini menyebabkan para penikmat baca disukai karena konten yang sangat menarik dan dapat memberikan informasi tepat untuk para pengguna yang ingin mencari berita yang kredibel dan terpercaya.

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis


Aplikasi News Aggregator Bikin Twitter Jadi Usang

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in