Wuling Coba Dobrak Stigma Negatif Mobil China


Ada berapa banyak merek mobil China di Indonesia? Yuk, kita sebut satu per satu. Untuk mobil ada Chery, Geely, Great Wall, Foton, dan kini ada Wuling.

Gelombang masuknya produk China tak terbendung lagi. Sekarang, barang China tak cuma masuk dengan mainan plastik, tekstil, peralatan rumah tangga, elektronik, mesin, dan sepeda motor.

Sebagai pendatang baru di pasar otomotif dalam negeri, kehadiran mobil-mobil China ini memang tidak dapat diremehkan.

Para pelaku usaha yang menjajakan mobil dari Negeri Tirai Bambu ini memiliki peluang yang cukup besar untuk merebut hati masyarakat di Tanah Air yang notabene daya belinya tidak berlebih.

Bayangkan saja, dengan spesifikasi dan bentuk yang hampir mirip mobil pabrikan Jepang, Korea, atau Eropa, mobil buatan China dijual 30%-50% lebih murah.

Kendati, fiturnya kadang jauh lebih lengkap, dengan modelnya tak kalah keren ketimbang pesaingnya. Namun sangat disayangkan banyak merek satu per satu rontok di tengah jalan.

Sebut saja, Chery dan Geely. Untuk merek Chery, sebelumnya merek mobil China ini dipegang oleh Indomobil Group. Sempat laku dengan mobil kompaknya (Chery QQ), Chery pun harus beralih kepemilikan dan saat ini mati suri.

Mobil kompak Chery QQ sempat laku di pasaran. (Sumber: Detik.com)
Mobil kompak Chery QQ sempat laku di pasaran. (Sumber: Detik.com)

Tahun depan (2018), Wuling pun akan menelurkan kembali versi lebih mahal MPV-nya yakni Wuling Cortez. Saingan yang disasar kembali oara konsumen mobil Jepang yakni Toyota Kijang Innova.

Wuling Cortez, penantang Toyota Innova. (Sumber: Carmudi.co.id)
Wuling Cortez, penantang Toyota Innova. (Sumber: Carmudi.co.id)

Tidak hanya ambisi besar, permasalahan utama mobil Cina yang masuk ke Indonesia adalah mereka perlu membuktikan kepada konsumen Indonesia, mengenai kualitas produknya, teknologi, dan purna jualnya.

Dengan strategi agresif dan target yang ambisius memang sulit memperkirakan berapa lama mobil Cina baru bisa mencapai tujuan itu dan tentu meraih kepercayaan konsumen Indonesia .

Jika membandingkan dengan produsen otomotif asal Jepang yang memulai produksi dan pemasaran mobil sejak 1970-an, namun baru sekitar tahun 1980-an bisa meningkat penjualan dan meraih kepercayaan konsumen.

Mobil-mobil China yang dijajakan di Indonesia masih harus diuji ketahanan dan kualitas, juga layanan serta ketersediaan suku cadangnya. Di sinilah kualitas sekaligus komitmen merek-merek mobil China ini harus dapat dibuktikan.

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis


Wuling Coba Dobrak Stigma Negatif Mobil China

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in