Nekat Bikin Video Begini, Seorang Wanita Diciduk Polisi


sumber: twistedisleweddings
sumber: twistedisleweddings

Fenomena Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender (LGBT) memang tidak hanya menjadi kontroversi di negeri ini saja, melainkan juga di beberapa negara lainnya. Di tengah upaya beberapa negara di kawasan Amerika dan Eropa yang berupaya melegalkan perkawinan sesama jenis, di Tanzania, Afrika Timur  menjadi LGBT  justru dianggap sebagai tindakan pelanggaran hukum dan kriminal.

Kepolisian Tanzania pun langsung menahan seorang wanita yang diduga membuat sekaligus menyebarkan sebuah klip video berkonten dirinya sedang berciuman dan memeluk wanita lainnya sambil mempersembahkan sebuah cincin di sebuah pesta. Diketahui, wanita itu tinggal di wilayah utara barat Geita dan langsung ditahan polisi setelah video itu tersebar di media sosial.

“Kami akan merilis perkembangan baru setelah menyelesaikan investigasi,”kata seorang staf senior kepolisian.

Sebagai informasi, Presiden Tanzania John Pombe Magufu telah mengambil langkah untuk melawan homoseksualitas sejak berkuasa tahun 2015 lalu. Ia juga mengancam untuk menahan dan mengusir para aktivis organisasi non pemerintah yang kerap melakukan kampanye untuk hak-hak asasi para gay atau pecinta sesama jenis.

lgbt
sumber: voanews.com

Ancaman itu tak main-main, lantaran pada Oktober lalu, pemerintah di kota utama Dar es Salaam merazia sebuah pertemuan di hotel yang menyuarakan hubungan sesama jenis, di mana harus berakhir dengan penahanan 12 orang. Sejak. Pelaku LGBT dianggap sebagai kriminal, beberapa organisasi atau kelompok mulai tidak lagi menyuarakan hak-hak LGBT di ruang publik secara terang benderang.

Namun, penahanan seorang wanita asal Geita ini diduga sebagai kasus penahanan pertama untuk kasus lesbian, kini pihak kepolisian juga tengah mencari wanita satu lagi yang diberikan cincin dalam klip video tersebut.

lgbt
sumber: theindependent.co.uk

Kementerian Kesehatan di negeri yang juga dikenal dengan Danau Tanganyika itu juga telah melarang organisasi non pemerintah untuk mendistribusikan pelumas (alat bantu seks/organ vital) secara gratis pada pelaku LGBT demi mengontrol penyebaran penyakit HIV/AIDS. Beberapa pakar kesehatan mengatakan, jika orang-orang LBGT lebih rentan menyebarkan risiko dan infeksi HIV/AIDS ke populasi yang lebih luas.

Berdasarkan data pemerintah, dari lebih 50 juta penduduk Tanzania, sebanyak 1,4 juta penduduk di antaranya terdeteksi mengidap HIV,di mana virus itu sangat berbahaya karena berpotensi berkembang menjadi AIDS.

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis

Nekat Bikin Video Begini, Seorang Wanita Diciduk Polisi

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in