Cantik! Perempuan Ini Lakoni Profesi yang Pria Belum Tentu Bisa


Kristin Sidabutar/ Medanbisnisdaily.com

Perempuan sering mendapat stigma yakni wanita dianggap wanita yang lemah, kurang sigap atau dan terlalu mengimpikan penampilan. Sehingga Wanita selalu dibawah bayang-bayang seorang laki-laki. Setelah berkeluarga pun, Perempuan diandaikan harus mengikuti apa kata suami. Sederhananya perempuan sering disebut hanya untuk urusan kasur dan dapur.

Kristin Br Sidabutar (22) Perempuan berdarah Batak ini sepertinya mencoba melabrak stigma tersebut. Batak yang terkenal dengan Budaya Patrilinear yang ketat, tidak membuatnya terkungkung. Bagaimana tidak, dengan parasnya yang cantik, Ia tetap rela bekerja sebagai montir di bengkel servis sepeda motor milik Ayahnya di Desa Parsaoran Tomok, Sumatera Utara.

Kristin bahkan sudah mahir untuk membongkar mesin, menambal ban, ganti oli, service ringan, dan tahap belajar mendudukkan mesin. Dilansir dari Medanbisnisdaily.com, Kristin juga tercatat sebagai mahasiswa Politeknik Gihon Siantar duduk di semester V.

Tidak mudah baginya untuk bisa nyaman menjalani profesi montir. Banyak ejekan dari lingkungan sekitar karena profesi montir bengkel biasanya dikerjakan oleh kalangan pria.

“Awalnya sih, ada saja yang mengejek, tapi demi membantu orangtua, saya gak peduli. Lagian, apa yang saya lakukan, kan halal,tegasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa Wanita tidak hanya di dapur. Wanita juga harus berperan untuk membantu dan melengkapi kebutuhan dalam kehidupan rumah tangga.

Ia bahkan tidak main-main dengan profesi sementaranya itu. Mahasiswa yang kuliah mengambl jurusan teknik otomotif berniat untuk melanjutkan dan mengembangkan usaha ayahnya tersebut.

Nulis adalah platform citizen journalism, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis

Cantik! Perempuan Ini Lakoni Profesi yang Pria Belum Tentu Bisa

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in