Museum Goes to Campus (MGtC) UNS Surakarta Melihat Museum dengan Versi Beda


Museum Goes to Campus (MGtC) UNS Surakarta

Melihat Museum dengan Versi Beda

Foto : dokumentasi Panitia
Foto : dokumentasi Panitia

Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta baru saja menyelenggarakan even besar yaitu Museum Goes to Campus-2 (MGtC-2, selanjutnya disebut MGtC). MGtC merupakan even pameran museum kedua yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya, setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan MGtC-1 di tahun 2016. MGtC digelar Hari Senin–Kamis, 4–7 September 2017 bertempat di Auditorium UNS Jl. Ir. Sutami Solo mulai jam 09.00-18.00. MGtC yang menggelar pameran museum diikuti sebanyak 27 museum dan lembaga yang berasal dari Kota Solo dan sekitarnya seperti Semarang, Yogyakarta, Sragen, Sukoharjo, Blitar, Jawa Timur dan Jakarta. MGtC sukses digelar sebagai even budaya selama 4 hari berturut-turut dengan menyedot ribuan pengunjung dari Solo Raya dan sekitarnya.

Museum yang selama ini kita maknai adalah sebuah gedung tempat penyimpanan benda-benda bersejarah masa lampau dengan kesannya yang cenderung pasif, statis, sunyi dan kuno. Museum hanya dikunjungi sebagai tempat penelitian, studi banding dan kegiatan kependidikan serta keilmiahan. Sangat jarang museum dijadikan sebagai tujuan utama kunjungan yang kekinian.

Siswa SD (pengunjung) diajak belajar nabuh gamelan. Foto : dokumen Panitia (Agus HK Soetomo)
Siswa SD (pengunjung) diajak belajar nabuh gamelan. Foto : dokumen Panitia (Agus HK Soetomo)

Namun UNS melihat museum sebagai sesuatu yang berbeda. Museum dipandang sebagai sarana edukasi, informasi dan rekreasi yang relatif lengkap. Koleksi-koleksinya merupakan rekaman dari memori kolektif bangsa yang perlu disosialisasikan secara berkesinambungan. Hal itu direalisasikan dalam penyelenggaraan MGtC.

MGtC adalah dinamis. MGtC yang dibuka oleh Rektor UNS, Ravik Karsidi, merupakan sebuah even yang mewujudkan museum dengan “tampilan” dinamis. Selain membuka stand-stand museum yang diisi dengan koleksi peninggalan bersejarah sebagai sarana edukasi bagi pengunjung, MGtC juga menyuguhkan pentas seni dan bazaar kuliner  tradisional sepanjang waktu pameran.

Pengunjung juga diajak kembali bermain "dolanan tradisional"(egrang). Foto : dokumen Panitia (Agus HK Soetomo)
Pengunjung juga diajak kembali bermain “dolanan tradisional”(egrang). Foto : dokumen Panitia (Agus HK Soetomo)

MGtC adalah kekinian. Bukan hanya kuliah umum nilai-nilai kebangsaan, seminar internasional dan pemutaran film dari museum-museum peserta, MGtC juga mengakomodir gaya kekinian. Saat ini sebagian besar manusia di bumi ini sudah menggunakan media sosial baik itu Facebook, Twitter, Instagram, Linkeldn, Path dan aplikasi media sosial lainnya. MGtC juga menyajikan lomba fotografi untuk mahasiswa dan pelajar yang diupload di Instagram. Dolanan anak-anak, yang di sebagian besar wilayah di Indonesia ada kecenderungan semakin ditinggalkan, juga diekspos dalam kemasan Sosialisasi Permainan Rakyat. Acara-acara lain yang mengusung gaya kekinian seperti  workshop seni & film, pemutaran film dan lomba dongeng.

Lomba dongeng nusantara mahasiswa diajak mengisahkan kembali kisah2 tradisional dari daerahnya. Foto : dokumen Panitia (Agus HK Soetomo
Lomba dongeng nusantara mahasiswa diajak mengisahkan kembali kisah2 tradisional dari daerahnya. Foto : dokumen Panitia (Agus HK Soetomo

MGtC juga mewujudkan kolaborasi. Penyelenggara MGtC tidak hanya Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya, tapi juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya Direktorat PCBM (Pelestarian Cagar Budaya dan Museum), Ditjenbud, Kemendikbud, Direktorat Sejarah, Ditjenbud, Kemendikbud, Direktorat Kesenian, Ditjenbud, Kemendikbud, Dinas Kebudayaan Pemkot Solo, Dinas Pariwisata Pemkot Solo, Guru/Pendidik Sejarah dan Seni (MGMP) sebagai akselerator promosi/publikasi dan pihak lainnya sebagai sponsor.(utr)

What's Your Reaction?
Bingung Bingung
0
Bingung
Sedih Sedih
0
Sedih
Ngagetin Ngagetin
1
Ngagetin
Keren Keren
3
Keren
Top Top
3
Top
Love Love
1
Love

Museum Goes to Campus (MGtC) UNS Surakarta Melihat Museum dengan Versi Beda

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in