Ingin Doa Kamu Dijabah? Lakukan pada 9 Waktu Ini!


Sumber: www.imadani.com
Sumber: www.fimadani.com

Manusia dan keinginan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena mempunyai keinginan sudah menjadi hakikat manusia. Seiring bertambahnya usia, keinginan seseorang pun akan bertambah. Dulu ketika masih anak-anak, mungkin kita hanya menginginkan mobil-mobilan yang terbuat dari plastik dan bisa dijalankan manual. Namun seiring bertambahnya usia dan kebutuhan akan transportasi cepat, keinginan kita meningkat menjadi mobil sungguhan dengan spesifikasi tertentu. Begitulah manusia, keinginannya terus bertambah dan kerap kali diliputi perasaan tidak pernah puas. Seberapa besar pun keinginan kita, sudah seharusnya kita meminta pada Yang Maha Kaya, lagi Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Namun fenomena dewasa ini, manusia kerap mempunyai banyak keinginan dan permintaan tapi enggan ‘meminta’. Padahal sudah jelas dijanjikan Allah dalam Ghafir ayat 60 yang artinya: “Berdoalah kepada-Ku, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

Nah, sudah jelas, ‘kan? Mintalah, maka akan diberi. Diantara usaha yang kita upayakan agar doa kita dikabulkan Allah adalah dengan memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang dijanjikan Allah sebagai waktu-waktu mustajab dikabulkannya doa. Di antara waktu-waktu tersebut adalah:

1.Ketika Sahur Atau Sepertiga Malam Terakhir

Sumber: media.ihram.asia
Sumber: media.ihram.asia

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang-orang yang berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni.'” (HR. Bukhari No. 1145, Muslim No. 758)

Dari hadits di atas sudah jelas bahwa sepertiga malam adalah waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa dan ampunan. Jika kita sangat menginginkan sesuatu, namun kesulitan bangun di sepertiga malam untuk meminta pada-Nya, maka sesuatu tersebut tidak benar-benar kita inginkan. Allah saja sudah berjanji akan mengabulkan siapa saja yang meminta, apa yang membuat kita masih ‘berat’ untuk meminta?

2. Ketika Berbuka Puasa

Sumber: kabarmakkah.com
Sumber: kabarmakkah.com

“Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi.” (HR. Tirmidzi No. 2528, Ibnu Majah No. 1752, Ibnu Hibban No. 2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

Waktu berbuka puasa adalah waktu yang penuh keberkahan karena pada waktu ini orang yang berpuasa merasakan salah satu kebahagiaan dari ibadah puasa, yaitu diperbolehkan makan dan minum setelah seharian menahannya. Oleh karena itu, jangan lewatkan waktu ini tanpa berdoa memohon kebaikan dunia dan akhirat.

3. Ketika Malam Lailatul Qadar

Sumber: bangka.tribunnews.com
Sumber: bangka.tribunnews.com

Ummul mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha pernah bercerita: “Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah.”

Malam Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al-Quran. Seperti firman Allah dalam Surat Al-Qadr bahwa malam ini lebih baik dari malam seribu bulan. Jika bertemu malam ini, perbanyaklah berdoa memohon ampunan dan kebaikan dunia-akhirat. Jangan disia-siakan, ya!

4. Ketika Adzan Berkumandang

Sumber: konsultasisyariah.com
Sumber: konsultasisyariah.com

Rasulullah pernah bersabda: “Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang.” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

Saat adzan berkumandang termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa, selain itu kita juga dianjurkan menjawab adzan dengan lafazh yang sama.

5. Di Antara Adzan dan Iqamah

Sumber: masuk-islam.com
Sumber: masuk-islam.com

Rasulullah menganjurkan berdoa pada jeda antara adzan dan iqamah sesuai sabda beliau: “Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak.” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)

Jadi jelas, amalan yang dianjurkan Rasulullah dan sebaiknya kita lakukan adalah berdoa, bukan bershalawat atau membaca Al-Quran dengan suara yang keras. Selain tidak dianjurkan, amalan-amalan tersebut akan mengganggu orang yang berdzikir atau shalat sunnah, kita juga telah meninggalkan amalan yang dianjurkan Rasulullah. Padahal dalam waktu singkat tersebut, dikatakan oleh Rasulullah doa tidak akan tertolak.

6. Ketika Sedang Sujud dalam Shalat

Sumber: okezone.blogspot.com
Sumber: okezone.blogspot.com

Rasulullah bersabda: “Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabbnya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu.” (HR. Muslim No. 482)

Sungguh merugi orang yang tidak shalat, karena ketika seorang hamba shalat, ia membawa dosa-dosanya dan Allah meletakkan dosa-dosanya itu di atas kepala atau pundaknya. Maka setiap ia ruku’ dan sujud, dosa-dosanya akan jatuh berguguran. Allah Maha Pengampun, sekarang kembali ke diri kita apakah kita mau bersujud memohon ampun kepada-Nya?

7. Ketika Sebelum Salam pada Shalat Wajib

Sumber: lifestyle.okezone.com
Sumber: lifestyle.okezone.com

“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: Di akhir malam dan di akhir shalat wajib.” (HR. Tirmidzi, 3499)

Yang dimaksud dengan di akhir shalat wajib menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) adalah sebelum salam.  Kebanyakan muslimin merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah shalat wajib, padahal dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 103 Allah memerintahkan kita untuk berdzikir mengingat-Nya setelah selesai shalat.

8. Di Hari Jum’at

Sumber: palembang.tribunnews.com
Sumber: palembang.tribunnews.com

Hari Jum’at merupakan hari yang diistimewakan dari tujuh hari yang kita ketahui. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Hari paling baik di mana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.” (HR. Muslim)

Ketika Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari menjelaskan hadits ini, beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Dari 42 pendapat tersebut, secara umum terdapat 4 pendapat yang paling kuat.

Pendapat pertama, yaitu pendapat yang dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi, dan Al Baihaqi.

“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai.” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu ‘anhu)

Pendapat kedua, yaitu pendapat yang dipilih oleh At Tirmidzi dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini juga lebih mahsyur di kalangan ulama.

“Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar.” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud).

Pendapat ketiga, yaitu di waktu-waktu setelah ashar, di akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah dan dikuatkan oleh Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi dan Ibnul Zamlakani.

Pendapat keempat, yaitu pendapat yang dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal dan Ibnu ‘Abdil Barr, menyatakan untuk menggabungkan semua pendapat yang ada. Pendapat ini pun dikuatkan oleh Ibnu Hajar.

Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”.

Dengan demikian, seseorang akan lebih memperbanyak doa di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Seseorang harus bersungguh-sungguh dalam berdoa agar dikabulkan Allah.

9. Ketika Turun Hujan

Sumber: hidayatullah.com
Sumber: hidayatullah.com

“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun.” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

Beberapa dari kita mungkin sering menggerutu ketika hujan turun, ditambah jalanan macet dan jemuran lupa diangkat. Kebanyakan kita lebih mengutamakan rasa jengkel kita, padahal waktu tersebut adalah waktu yang mustajab dikabulkannya doa.

Jika menginginkan sesuatu, mintalah pada Allah. Jangan tinggikan gengsimu di hadapan Tuhanmu. Karena Allah telah berjanji: “Mintalah kepada-Ku, niscaya ]Kukabulkan untukmu.” (QS. Al-Mukmin: 60)

What's Your Reaction?
Bingung Bingung
0
Bingung
Sedih Sedih
0
Sedih
Ngagetin Ngagetin
0
Ngagetin
Keren Keren
0
Keren
Top Top
0
Top
Love Love
0
Love

Ingin Doa Kamu Dijabah? Lakukan pada 9 Waktu Ini!

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in