Tanpa Bahan Kimia, 3 Pengobatan Ini Diyakini Dapat Menyembuhkan Berbagai Penyakit


Sumber: agaricproku.com
Sumber: agaricproku.com

Dewasa ini teknologi berkembang pesat seiring dengan meningkatnya keinginan manusia untuk bebas dari masalah, hidup aman dan juga praktis. Perkembangan teknologi ini juga berdampak ke dunia medis, dapat dilihat dari semakin canggihnya peralatan dan pengobatan yang diberikan. Tidak hanya itu, perkembangan teknologi di bidang medis juga dapat mengungkapkan berbagai macam penyakit yang dahulunya tidak dapat terdeteksi karena keterbatasan teknologi. Hal ini sejalan dengan perkembangan ilmu kedokteran dan ilmu kimia sehingga banyak bermunculan obat-obat kimiawi sintetis yang sampai sekarang masih sering digunakan. Bahkan jika kita datang berobat ke Puskesmas pun yang akan diberikan adalah obat kimiawi sintetis.  Sebagian orang mungkin memang lebih memilih mengkonsumsi obat kimia karena reaksinya yang cepat dalam mengatasi suatu penyakit. Namun perlu Anda ketahui, sebenarnya obat kimia hanya menekan gejala yang timbul tanpa mengatasi penyebab penyakit. Bahkan penggunaan obat kimia dalam jangka panjang dapat menimbulkan penyakit baru karena merusak banyak organ tubuh.

Jauh sebelum alat elektronik ditemukan, Rasulullah صلى الله عليه وسلم menggunakan 3 cara ini untuk memperoleh kesembuhan seperti dikutip dalam Shahih Al-Bukhari diriwayatkan dari Said bin Jubair, berkata Ibn Abbas r.a bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Kesembuhan dapat diperoleh dengan tiga cara: pertama dengan meminum madu (dengan obat herbal), kedua dengan berbekam/hijamah, dan ketiga dengan (terapi) besi panas. Dan aku tidak menganjurkan umatku untuk melakukan pengobatan dengan besi panas.”

1.Meminum Madu

sumber: familinia.com
sumber: familinia.com

Siapa yang tidak kenal dengan madu? Selain rasanya yang manis, madu ternyata berkhasiat banyak bagi kesehatan seperti janji Allah dalam Al-Quran surat An-Nahl ayat 69 yang artinya: “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”

Khasiat madu sudah pernah diteliti oleh Ibnu Sina (890-1037), seorang ilmuwan Muslim dan Bapak Kedokteran Dunia di abad ke-10. Ibnu Sina mengatakan madu dapat menyembuhkan penyakit, dari yang ringan sampai yang berat seperti darah tinggi dan jantung. Selain itu madu juga dapat menurunkan suhu tubuh dan mengatur sekresi sehingga dapat digunakan sebagai obat penurun demam. Tidak hanya dapat menyembuhkan penyakit, madu juga berkhasiat untuk perawatan kecantikan tubuh, dapat mengencangkan kulit muka dan seluruh badan, mampu menghilangkan flek-flek hitam dan jamur kulit. Selain itu juga dapat menghaluskan kulit dan mengurangi kerutan di wajah.

Sebenarnya manfaat madu sudah dirasakan peradaban manusia sejak zaman dahulu. Penduduk Mesir Kuno terbiasa mengonsumsi madu sebagai campuran makanan bergizi tinggi dan obat mujarab yang menyembuhkan berbagai penyakit. Hanya saja peradaban kuno belum mampu menjelaskannya secara ilmiah. Menurut Codex Standart for Honey (1981), komponen utama dalam madu adalah glukosa dan fruktosa. Selain itu senyawa-senyawa lain yang terkandung dalam madu antara lain: protein, asam amino, enzim, asam-asam organik, mineral, tepung sari bunga, sukrosa, maltosa, melezitosa dan oligosakarida lainnya termasuk dekstrin. Zat-zat ini sangat penting untuk memperlancar proses biokimia tubuh dan berkhasiat dalam membantu tubuh untuk menyembuhkan penyakit.

2. Berbekam/Hijamah

Sumber: bekamtheraphy.com
Sumber: bekamtheraphy.com

Dikutip dari dokterindonesiaonline.com, bekam adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia. Sejak dulu terapi bekam ini sering dilakukan di Indonesia dan dikategorikan dalam jenis pengobatan tradisional oleh Kementerian Kesehatan. Berdasarkan penelitian ahli medis, bekam terbukti dapat meningkatkan sebagian respon imunitas tubuh yang selanjutnya akan meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan gangguan.

Bekam juga sering digunakan oleh ilmuwan kedokteran Ibnu Sina. Dalam kitabnya Qaanun ia mengungkapkan “Diperintahkan untuk tidak berbekam di awal bulan karena cairan-cairan tubuh kurang aktif bergerak dan tidak normal, dan tidak diakhir bulan karena bisa jadi cairan-cairan tubuh mengalami pengurangan. Oleh karena itu diperintahkan melakukan bekam pada pertengahan bulan ketika cairan-cairan tubuh bergolak keras dan mencapai puncak penambahannya karena bertambahnya cahaya di bulan.”

Menurut seorang dokter dari Arab, darah yang keluar dari proses bekam berbeda dengan darah biasa. Darah yang keluar dari proses bekam hanya memiliki 1/10 sel darah putih dari darah normal dan pembuluh darah yang telah rusak. Pembuluh darah yang telah rusak inilah yang menyebabkan tidak optimalnya penyebaran oksigen ke seluruh tubuh yang membuat hipoxia jaringan dan menjadi cikal bakal penyakit. Tidak hanya itu, titik bekam yang telah kering juga memberikan manfaat. Meskipun tidak ada darah yang dikeluarkan, tetapi dapat merangsang respon peradangan. Hal ini akan memicu antibodi dan leukosit sehingga dapat membunuh penyakit. Bekam juga akan memicu keluarnya hormon endorfin yang membuat pasien bekam merasa nyaman. Diketahui bahwa rasa nyaman akan menstimulasi saraf simpatis dan mengurangi radikal bebas.

3. (Terapi) Besi Panas

Sumber: Kaifahal.com
Sumber: Kaifahal.com

Terapi besi panas atau kayy adalah metode pengobatan dengan menggunakan “sayatan api” atau menggunakan bara api yang menyala, biasanya dilakukan untuk memperbaiki aliran darah dan memperbaiki kekauan dan rasa sakit pada otot. Terapi ini dilakukan hanya bila kedua cara di atas tidak dapat mengatasi penyakit karena cara ini akan menyakiti pasien sehingga tidak dianjurkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Ribuan tahun telah berlalu tapi ketiga jenis pengobatan yang digunakan Rasulullah صلى الله عليه وسلم pada zamannya masih cocok digunakan sampai saat ini dan harus terus dikembangkan. Jadi, sudah siap meninggalkan obat-obatan kimiawi sintetis?

What's Your Reaction?
Bingung Bingung
0
Bingung
Sedih Sedih
0
Sedih
Ngagetin Ngagetin
0
Ngagetin
Keren Keren
0
Keren
Top Top
0
Top
Love Love
0
Love

Tanpa Bahan Kimia, 3 Pengobatan Ini Diyakini Dapat Menyembuhkan Berbagai Penyakit

log in

Become a part of our community!
Belum daftar? Klik
Daftar

reset password

Back to
log in

Daftar

Join NULIS Community

Back to
log in